‎Bangunan Baru SMKN 17 Pandeglang Senilai Rp2,4 Miliar Dinilai Belum Siap Pakai, Lingkungan Berantakan dan Ruang Kelas Tergenang Air

1.

Pandeglang, Banten — independenupdate.com | Bangunan baru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 17 Pandeglang yang berlokasi di Kecamatan Cigeulis, Provinsi Banten, dinilai belum sepenuhnya siap digunakan meski proyek pembangunan telah dinyatakan selesai. Padahal, proyek tersebut menelan anggaran cukup besar, yakni Rp2.472.649.000 dari Pemerintah Provinsi Banten.

‎Pembangunan gedung sekolah tersebut tercatat dalam kontrak nomor 000.3.2/04/02.0107/SPK/DINDIKBUD/2025, dengan masa kerja selama 78 hari, dilaksanakan oleh kontraktor CV Gemilang Madania Sejahtera, serta diawasi oleh konsultan PT Sertima Rekayasa Engineering.

‎Namun demikian, hasil pantauan awak media di lokasi pada Selasa (06/01/2026) menunjukkan kondisi lingkungan sekolah masih jauh dari kata siap. Area sekitar bangunan tampak berantakan dan memerlukan penanganan lanjutan yang serius.

‎Di halaman depan sekolah, terlihat puing-puing sisa material bangunan berupa potongan kayu yang masih berserakan. Ironisnya, sejumlah kayu tersebut masih dipenuhi paku yang menempel, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan siswa, guru, maupun warga sekolah lainnya. Kondisi serupa juga ditemukan di area samping dan belakang bangunan sekolah.

‎Tak hanya itu, di dalam ruangan kelas awak media juga menemukan adanya genangan air di beberapa titik. Kondisi tersebut diduga kuat akibat kebocoran bangunan, yang menyebabkan air masuk dan menggenang di ruang kelas. Padahal, ruangan tersebut seharusnya sudah siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

‎Seorang guru SMKN 17 Cigeulis yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir dengan kondisi bangunan baru tersebut.

‎“Kami khawatir dengan kondisi sisa bangunan yang masih berserakan, baik di depan, samping, maupun belakang sekolah. Ini tentu berisiko bagi keselamatan siswa dan guru jika bangunan ini segera digunakan,” ujarnya.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebenarnya telah menerima arahan dari bagian sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan agar gedung baru SMKN 17 Cigeulis segera diisi dan digunakan pada awal tahun ini. Namun, melihat kondisi bangunan yang masih bermasalah, pihak sekolah belum berani memindahkan seluruh aktivitas KBM ke lokasi baru.

‎“Untuk sementara waktu, kegiatan belajar mengajar masih dilaksanakan di sekolah lama. Meski begitu, kami harus bolak-balik ke gedung sekolah baru karena proses absensi tetap dilakukan di lokasi bangunan baru,” imbuhnya.

‎Di sisi lain, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pelaksana atau kontraktor pembangunan SMKN 17 Cigeulis. Konfirmasi dilakukan melalui pesan singkat maupun panggilan telepon. Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak kontraktor belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi bangunan maupun rencana penanganan sisa pekerjaan.

‎Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas pengerjaan proyek dan pengawasan pembangunan gedung sekolah yang dibiayai oleh uang negara. Diharapkan, pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan agar bangunan SMKN 17 Pandeglang dapat digunakan secara aman, nyaman, dan sesuai dengan peruntukannya sebagai sarana pendidikan. ///(Wan).