Berharap RKB, TK PGRI Butuh Perhatian

Berharap RKB, TK PGRI Butuh Perhatian

Independenupdate.com, Pandeglang-Banten | Kondisi sarana prasarana Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) PGRI Pulosari di Kampung Kadu Kokosan Desa Kadu Hejo Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten kondisinya sangat memprihatinkan. Karenanya, bangunan sekolah yang semestinya menjadi tempat proses belajar mengajar kini tidak dapat dipergunakan akibat atap bangunan ambruk diterjang angin, sehingga tidak dapat di pergunakan oleh murid-murid serta guru, dan terpaksa menempuh kegiatan belajar di teras rumah warga di sekitar nya.

‎"pada tahun 2022 saat itu musim penghujan, kemudian bangunan yang kami pergunakan untuk sarana belajar di terjang angin kencang sehingga mengakibatkan seluruh atap bangunan ambruk dan rusak parah", Jelas Mar'ah, Kepala Sekolah TK PGRI Pulosari kepada awak media pada kediaman warga saat pembelajaran tengah berlangsung pada Senin, (26/08/2025).

‎"beruntung pada saat kejadian itu, seluruh siswa sudah selesai melaksanakan kegiatan belajar, sehingga tidak mengakibatkan adanya korban", ucapnya.

‎Menurutnya, dari awal kejadian dirinya sudah melaporkan prihal ambruknya atap dari bangunan tersebut kepada pihak terkait karnanya, kata dia, sekolah tersebut merupakan dibawah naungan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Pulosari. 

‎"pada bulan Juli tahun kemarin,kami sudah melaporkan terkait kondisi saat ini baik itu pada desa maupun kecamatan setempat namun belum ada tindakan", tambahnya.

‎"awal kejadian ambruknya atap bangunan, kami langsung melaporkan kepada pihak PGRI namun, hingga saat ini belum ada respon sama sekali sehingga dengan sangat terpaksa kami melakukan kegiatan di emperan teras rumah warga", ujarnya.

‎Alih-alih mendapat perhatian, sekolah yang yang berstatus swasta serta akreditasi C, memiliki kurang lebih 30 murid, dua orang tenaga pengajar, dan satu orang operator itu hingga kini belum juga mendapatkan bantuan dari dinas maupun lembaga pendidikan seperti PGRI sebagai naungan nya untuk memiliki ruang kelas sebagai sarana belajar mengajar yang layak bagi siswanya.

‎“Kami sangat prihatin, anak-anak harus belajar di teras rumah warga. Kondisinya tidak nyaman, apalagi kalau hujan turun, proses belajar pasti terganggu", keluhnya.

‎"sebagai kepala sekolah tk pgri Pulosari, ingin sekali ada bangunan sekolah lagi dan banyak lagi siswa karena, kalau ada bangunan nya masyarakat pasti menyekolahkan anak nya di tk pgri Pulosari", harapnya.

‎“Kami minta pemerintah jangan tutup mata. Anak-anak ini generasi penerus bangsa, masa depan mereka jangan sampai terhambat hanya karena sarana sekolah yang rusak”, tukasnya. (Wan)