Arogansi Kekuasaan Bupati Kader Gerindra Dalam Memimpin Pandeglang
Independenupdate.com, Pandeglang - Moh Ilham Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang, menyoroti arogansi kekuasaan Bupati yang berasal dari kader Partai Gerindra dalam memimpin Pandeglang.
Kekuasaan seharusnya menjadi alat untuk mempertajam keinginan rakyat, kekuasaan juga tidak boleh di artikan dengan negatif, dan hanya digunakan sebagai alat kepentingan pribadi atau kelompok semata.
Dalam catatan ini mana mungkin seorang kader Partai Gerindra yang pada masa ini menjabat sebagai Bupati, mampu mengejawantahkan nilai - nilai kekuasan dengan positif untuk kepentingan khalayak.
Pada tahun 2025 silam Kabupaten pandeglang sempat menginjaki kerjasama pengiriman sampah dengan kota Tanggeran Selatan, hal demikian memicu amarah publik, karena pada waktu itu publik menilai Bupati telah ceroboh dan terkesan memaksakan membuat kebijakan kerja sama pengiriman sampah dengan Tangsel, sedangkan masalah TPA di pandeglang saja masih banyak yang harus di perbaiki, walau pada akhirnya dengan desakan masa kerjasama tersebut dibatalkan.
Masuk pada Mei 2026, kini publik di suguhi kembali oleh kebijakan Bupati kader Partai Gerindra, yang resmi telah melantik seorang ASN menjadi stap Ahli bupati yang bersetatus tersangka kecelakaan lalu-lintas, sehingga mengakibatkan seseorang meninggal dunia.
Pelantikan yang di lakukan oleh Bupati terhadap seseorang yang sedang menjalani proses hukum, tentu akan menggores etika dan moral kekuasan dalam pengelolaan pemerintahan yang bersih, sehingga pada akhirnta amarah rakyat muncul kembali ke permukaan.
Maka jangan sampai argumen yang di lontarakan oleh Pemda Pandeglang, cukup hanya bicara tentang aturan, tetapi bagaimana sosok pimpinan kepala daerah mampu memahami serta mengejawantahkan nilai - nilai kekuasaan dengan fositif , serta mengedepankan rasa kemanusian. (Red)

Admin 2 Independen Update 









