Pernyataan Ketua BUMDES Tuai Kritik, Masyarakat: Jelas Pembohongan Publik

Pernyataan Ketua BUMDES Tuai Kritik, Masyarakat: Jelas Pembohongan Publik

Pandeglang, Banten Independenupdate.com | Beredarnya pernyataan direktur BUMDES dalam sebuah pemberitaan beberapa hari lalu yang menyatakan tentang ketidak tahuan  dari pengelolaan program BUMDesa (Badan Usaha Milik Desa) kini tuai sorotan dari masyarakat desa setempat. Pasalnya, pernyataan yang diberikan oleh direktur BUMDES Desa Majau Kecamatan Saketi kabupaten Pandeglang kepada salah satu media saat itu dinilai sebagai bentuk kebohongan terhadap publik oleh masyarakatnya sendiri.

‎Dilansir dari pemberitaan sebelumnya yang di tayangkan pada media online sergap24.com, dengan judul berita "Anggaran BUMDES Majau Diduga Tak Jelas, Ketua Bingung, GOWI dan BARA API Desak Audit Total" pada 20 Oktober 2025. didalamnya mengungkapkan pernyataan dari direktur BUMDES Farid Ma'ruf. Dalam isi pemberitaan itu menyatakan bahwa, sebagai direktur baru, dirinya hanya menangani program BUMDES tahun ini dalam bentuk penanaman bawang merah serta sama sekali tidak mengetahui anggaran dan aset-aset BUMDes tahun sebelumnya.

‎“Untuk anggaran yang sekarang kami kelola difokuskan pada penanaman bawang merah. Tapi kalau soal anggaran dan aset BUMDes yang lama saya tidak tahu. Bahkan, sudah tiga kali ditanyakan oleh kepala desa kepada mantan direktur BUMDes, tapi belum juga ada kejelasan,” ujar Farid saat itu.

‎Pernyataan tersebut mendapat kecaman keras dari masyarakat desa itu sendiri. Menurutnya, pernyataan Farid merupakan bentuk kebohongan terhadap publik. Selain bawang merah ada bentuk usaha BUMDes yang lain yang dikelola serta diketahui oleh masyarakat luas termasuk Farid sendiri, seperti Wi-Fi desa pada tahun anggaran 2024 lalu.

‎"ini jelas merupakan pembodohan, apa yang dikatakan dalam pemberitaan oleh direktur BUMDES itu sendiri merupakan salah satu bentuk ke tidak sesuaian dalam memberikan pernyataan terhadap publik," tegas warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya saat ditemui wartawan pada kediamannya di wilayah desa tersebut.

‎"seharusnya dirinya lebih tahu, saat pergantian jabatan pasti ada serah terima, secara otomatis dirinya sebagai direktur BUMDES baru pasti menerima berkas termasuk mengetahui semua isi laporan serta aliran dana dan aset yang di kelola sebelumnya," tuturnya dengan nada kecewa.

‎Terpisah, melalui sambungan telepon WhatsApp, awak media menghubungi Farid Ma'ruf direktur BUMDES baru desa setempat. Menanggapi isi dalam pemberitaan yang sempat tayang sebelum nya itu, pihaknya menyatakan sudah bertemu dengan kawan media untuk mengklarifikasi kembali ucapan sebelumnya. 

‎"saya sudah bertemu dengan rekanan media untuk mengklarifikasi pemberitaan itu dan alhamdulilah sudah beres," kata farid pada Sabtu, (25/10/2025).

‎Menurutnya, pengurus yang terdahulu sudah mendapat proses atau tuntutan dari kepala desa untuk membuat sejenis Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ).

‎"untuk pengurus lama sudah di lakukan tindakan berupa tuntutan oleh kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk membuat sejenis LPJ sebagai pertanggung jawaban, untuk selanjutnya di tembuskan ke kecamatan serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang", ucapnya.

‎Masih dalam sambungan telepon, saat awak media menanyakan berapa lama dirinya menjadi direktur BUMDES baru, yang bersangkutan terkesan enggan menjawabnya, dirinya malah memilih untuk mengalihkan percakapan pada topik lain seolah-olah enggan memberikan keterangan atau jawaban yang lebih lengkap. (Wan)