FORJA Banten Temukan Tata Kelola Limbah Dapur MBG SPPG Saketi 01 dan 02 Buruk, Picu Bau dan Ancam Kualitas Menu.

FORJA Banten Temukan Tata Kelola Limbah Dapur MBG SPPG Saketi 01 dan 02 Buruk, Picu Bau dan Ancam Kualitas Menu.

FORJA Banten Temukan Tata Kelola Limbah Dapur MBG SPPG Saketi 01 dan 02 Buruk, Picu Bau dan Ancam Kualitas Menu.

PANDEGLANG, 7 AGUSTUS 2026 – Forum Jurnalis Aktivis Banten (FORJA Banten) menemukan praktik tata kelola limbah yang buruk pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Saketi 01 dan SPPG Saketi 02, Kabupaten Pandeglang.

Limbah dapur dari kedua fasilitas tersebut dibiarkan menumpuk dan tercecer di tempat penampungan sementara dalam kondisi terbuka tanpa penutup, sehingga menimbulkan bau menyengat di sekitar area dapur.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan dapur dan menurunkan kualitas higienitas menu makanan yang disajikan kepada para siswa penerima manfaat.

Ketua FORJA Banten, Niki Mulyana, menyatakan bahwa temuan tersebut menunjukkan adanya kelalaian serius dalam menjaga standar higienitas di kedua pusat produksi makanan tersebut.

"Kami sangat menyayangkan buruknya pengelolaan limbah di SPPG Saketi 01 dan 02. Sampah sisa produksi dibiarkan terbuka begitu saja, memicu bau busuk, serta mengundang lalat dan vektor penyakit lainnya. Ini sangat berisiko karena lokasi penampungan sangat dekat dengan lokasi SPPG ," ujar Niki Mulyana dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Niki menegaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional strategis yang mengutamakan kesehatan dan kecukupan gizi anak-anak. Oleh karena itu, seluruh proses dari hulu ke hilir termasuk manajemen pengelolaan sampah harus memenuhi standar kebersihan yang ketat.

"Jika tata kelola limbahnya dibiarkan sekadarnya seperti ini, kami khawatir akan berdampak langsung pada kualitas, aroma, dan higienitas menu MBG yang dihasilkan. Kami mendesak pengelola SPPG Saketi 00l1 dan SPPG saketi 02 serta pihak terkait segera membenahi sistem pembuangan ini. Gunakan wadah tertutup dan lakukan pengangkutan secara berkala agar tidak ada ruang untuk pencemaran bakteri," tambah Niki.

FORJA Banten meminta dinas kesehatan, dinas lingkungan hidup, serta satgas MBG kabupaten pandeglang untuk segera turun ke lapangan melakukan evaluasi total demi menjamin keselamatan konsumsi bagi ribuan anak sekolah khusunya di wilayah Saketi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak redaksi belum mendapat keterangan resmi dari pihak SPPG saketi 01 maupun SPPG 02 terkait kejadian tersebut. Oleh karena itu, seluruh informasi yang disampaikan masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut.

Berita ini disusun berdasarkan hasil temuan di lapangan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, keberimbangan informasi, serta berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.