KSPPG "Kabur" ke Jambi, Dapur MBG Sukaratu 06 Mati Suri Sejak 24 Mei. AMIRA: BGN Jangan Diam!
KSPPG "Kabur" ke Jambi, Dapur MBG Sukaratu 06 Mati Suri Sejak 24 Mei. AMIRA: BGN Jangan Diam!
Pandeglang, Banten - http://Independenupdate.com* | Dapur Makan Bergizi Gratis [MBG] SPPG Sukaratu 06, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang lumpuh total. Penyebabnya: Kepala SPPG Agustia Mahendra "kabur" meninggalkan tugas tanpa serah terima sejak Minggu [24/05/2026].
Hingga Rabu [05/08/2025], posisi KSPPG belum juga diisi. Akibatnya operasional dapur yang melayani ratusan penerima manfaat terhenti lebih dari 2 bulan.
Dewan Pengurus Cabang Angkatan Muda Indonesia Raya [DPC AMIRA] Kabupaten Pandeglang geram.
“KSPPG Sukaratu 06 lari dari tugasnya secara mendadak di saat dapur operasional. Tidak tahu di mana keberadaannya,” tegas Ketua DPC AMIRA Pandeglang, *Rohikmat*, kepada media.
Menurut Rohikmat, kepergian Agustian berdampak langsung pada terhentinya distribusi MBG.
“Harusnya Korcam SPPI Majasari, Korwil SPPI Pandeglang dan Kareg SPPI Banten segera menempatkan KSPPG yang baru agar SPPG Sukaratu 06 dapat operasional kembali. Kalau seperti ini jelas mengganggu,” paparnya.
AMIRA mengaku sudah melayangkan laporan pengaduan resmi ke BGN agar posisi KSPPG segera diisi.
Informasi yang dihimpun, Agustian pamit pulang ke Jambi karena lokasi tugas jauh dari kampung halaman. Ditambah kondisi orang tua yang sakit.
Kepergian itu pertama kali diketahui setelah Agustian berpamitan kepada rekan kerja pada Minggu, 24 Mei 2026.
“Hal itu diketahui dari relawan dan Aslap. Pada hari Minggu kepala SPPG Agustian pergi mau pulang ke Jambi,” ujar Mitra SPPG Sukaratu 06.
“Memang tutup per Minggu tanggal 24 Mei 2026. Ini murni kepala SPPG-nya kabur, tidak menunggu kepala SPPG baru untuk serah terima. Kalau dapur tidak ada kepala SPPG, otomatis berhenti operasional sementara sambil menunggu pengganti,” tandasnya.
Wakil Pimpinan Satgas MBG Pandeglang saat dikonfirmasi [05/08/2025] mengaku sudah mengusulkan ke Korwil.
“Iya sudah diusulkan sama korwil ke BGN karena penunjukan dari BGN. Bukan kewenangan Satgas, tapi sudah kami sampaikan kepada Korwil SPPI dan Kepala BGN Banten-DKI, disaksikan Bapenas dan KPK RI,” balasnya.
Sementara Korwil SPPI Pandeglang saat dikonfirmasi hal yang sama memilih bungkam dan tidak menjawab.
Hingga berita ini diturunkan, dapur MBG Sukaratu 06 masih mati suri. Ribuan anak sekolah dan penerima manfaat di Majasari terpaksa kehilangan akses MBG karena ulah 1 orang yang meninggalkan pos tanpa tanggung jawab.
AMIRA mendesak BGN RI segera turun tangan dan copot pejabat SPPI yang lamban. Jangan sampai program prioritas nasional ini mati karena birokrasi. (Red)

Cecep 1 









