KSB Patia Galang Donasi untuk Bangun Kembali Rumah Lansia yang Tak Layak Huni

KSB Patia Galang Donasi untuk Bangun Kembali Rumah Lansia yang Tak Layak Huni

KSB Patia Galang Donasi untuk Bangun Kembali Rumah Lansia yang Tak Layak Huni

PANDEGLANG, BANTEN — Kondisi memprihatinkan dialami Ibu Sanami, seorang warga Kampung Baitul Mu'min, Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten. Lansia tersebut diketahui telah bertahun-tahun bertahan hidup di tengah kondisi rumah yang sudah mengalami kerusakan parah.

Selama kurang lebih lima tahun terakhir, Ibu Sanami terpaksa tinggal di area dapur rumahnya. Kondisi tersebut terjadi setelah bagian utama bangunan tempat tinggalnya mengalami kerusakan hingga sebagian bangunan ambruk dan tidak lagi dapat ditempati.

Kondisi rumah yang ditempati Ibu Sanami tersebut kini menjadi perhatian Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Patia. Selain karena kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni, keberadaan struktur rumah yang semakin rapuh juga dinilai dapat membahayakan keselamatan penghuninya, terutama ketika terjadi hujan deras maupun cuaca buruk.

Ketua KSB Kecamatan Patia, Sabda, mengatakan pihaknya mengetahui secara langsung kondisi tempat tinggal Ibu Sanami ketika melakukan kunjungan pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Menurut Sabda, kondisi bangunan rumah tersebut sangat memprihatinkan. Sejumlah bagian dinding terlihat mengalami keretakan, sedangkan kamar bagian depan sudah ambruk sehingga tidak dapat digunakan sebagai tempat tinggal.

"Bangunan tempat tinggal Ibu Sanami kini tergolong sangat tidak layak huni. Dinding bangunan retak-retak di berbagai sisi dan bagian kamar depan sudah ambruk sehingga tidak bisa ditempati. Sementara struktur atapnya juga sudah sangat rapuh dan berisiko roboh sewaktu-waktu," ujar Sabda, Jumat (21/8/2026).

Ia menuturkan, kondisi tersebut menjadi kekhawatiran tersendiri karena Ibu Sanami masih harus bertahan di rumah tersebut. Terlebih, ketika hujan deras dan cuaca buruk terjadi, kondisi bangunan yang sudah rapuh dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan penghuni.

"Yang kami khawatirkan terutama ketika cuaca buruk. Kondisi rumah seperti ini sangat membahayakan keselamatan penghuninya. Namun karena keterbatasan ekonomi, Ibu Sanami tidak mempunyai pilihan lain dan sementara ini tetap bertahan hidup serta tidur di bagian dapur rumah tersebut," katanya.

KSB Buka Penggalangan Donasi

Melihat kondisi tersebut, KSB Kecamatan Patia kemudian berinisiatif mengambil langkah dengan membuka penggalangan donasi bagi masyarakat dan para dermawan yang memiliki kepedulian terhadap kondisi Ibu Sanami.

Sabda menjelaskan, penggalangan dana tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan respons kemanusiaan terhadap warga yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih aman dan layak.

Menurutnya, bantuan yang terkumpul nantinya akan diarahkan untuk membantu proses perbaikan dan pembangunan kembali rumah Ibu Sanami. Bantuan diharapkan dapat diberikan dalam bentuk material bangunan maupun dukungan lainnya yang dibutuhkan untuk merealisasikan hunian yang lebih aman.

"Kami dari Kampung Siaga Bencana Kecamatan Patia berinisiatif mengambil tindakan dengan membuka open donasi. Bantuan yang terkumpul nantinya akan diserahkan kepada Ibu Sanami dalam bentuk material untuk membantu pembangunan kembali rumahnya," jelas Sabda.

Ia berharap gerakan penggalangan donasi tersebut dapat mengundang kepedulian dari berbagai pihak. Tidak hanya masyarakat di sekitar Kecamatan Patia, tetapi juga para dermawan dan pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan.

"Semoga dengan langkah ini rumah Ibu Sanami bisa segera dibangun kembali sehingga beliau dapat memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman untuk ditempati," ungkapnya.

Mengajak Masyarakat Bergotong Royong

KSB Kecamatan Patia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu meringankan beban Ibu Sanami. Menurut Sabda, kondisi rumah tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan secepatnya agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar.

Ia menilai kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan karena pembangunan kembali rumah tidak hanya membutuhkan tenaga, tetapi juga material dan biaya yang tidak sedikit.

Untuk itu, masyarakat maupun para dermawan yang ingin memberikan bantuan untuk perbaikan rumah Ibu Sanami dapat berkoordinasi dengan pihak pengelola penggalangan bantuan.

Penyelenggara: Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Patia.

Sabda berharap dukungan dari berbagai pihak dapat mempercepat proses perbaikan rumah tersebut. Semangat gotong royong, menurutnya, menjadi salah satu kekuatan penting dalam membantu warga yang tengah menghadapi kesulitan.

"Atas dukungan dan kepedulian bersama, kami sangat berharap proses perbaikan rumah Ibu Sanami dapat segera terealisasi. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan tentu akan sangat berarti bagi beliau," tuturnya.

Apresiasi untuk Para Donatur

Di tengah upaya penggalangan bantuan tersebut, Sabda juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat maupun para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu Ibu Sanami.

Ia berharap bantuan yang diberikan secara ikhlas tersebut dapat memberikan manfaat bagi penerima sekaligus menjadi amal kebaikan bagi para pemberi.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang sudah memberikan sebagian rezekinya untuk membantu perbaikan rumah Ibu Sanami. Semoga apa yang diberikan dengan ikhlas menjadi amal sedekah yang berkah dan mendapat balasan yang lebih baik dari Allah SWT," pungkasnya.

Kondisi Ibu Sanami menjadi gambaran bahwa persoalan tempat tinggal yang layak masih menjadi kebutuhan penting bagi sebagian masyarakat. Rumah bukan sekadar tempat berlindung, tetapi juga menjadi bagian penting dari rasa aman dan martabat seseorang.

Karena itu, kepedulian berbagai pihak diharapkan dapat membantu mewujudkan kembali tempat tinggal yang aman bagi Ibu Sanami. Dengan semangat gotong royong, bantuan material, tenaga, maupun dukungan lainnya diharapkan dapat mempercepat pembangunan rumah tersebut sehingga Ibu Sanami tidak lagi harus mengandalkan area dapur sebagai tempat bertahan hidup.

Penggalangan bantuan yang dilakukan KSB Kecamatan Patia juga diharapkan menjadi pintu bagi semakin banyak pihak untuk ikut mengambil bagian dalam membantu warga yang berada dalam kondisi membutuhkan. Kepedulian bersama diharapkan mampu menghadirkan hunian yang lebih layak sekaligus memberikan rasa aman bagi Ibu Sanami dalam menjalani hari-harinya.