Diduga Lalai, Pengelola SPPG Saketi 2 Gagal Distribusikan MBG Ke 149 Siswa Mts Rina Hasanah — Anak Didik MenungguHingga 11.30 Tanpa Kepastian

Diduga Lalai, Pengelola SPPG Saketi 2 Gagal Distribusikan MBG Ke 149 Siswa Mts Rina Hasanah — Anak Didik MenungguHingga 11.30 Tanpa Kepastian

Pandeglang, Banten —  independenupdate.com | Program Makan Bergizi (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah pengelola Satua Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Saketi 2 diduga lalai dalam pendistribusian jatah makan bergizi untuk 149 siswa Mts Rina Hasanah, Desa Majau, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, pada hari Senin (08/12/2025). Tidak satu pun paket makan bergizi diterima siswa sekolah tersebut, sementara sekolah lain di wilayah yang sama telah memperoleh distribusi sesuai jadwal.

‎Oni, Kepala Mts Rina Hasanah saat dihubungi via pesan singkat WhatsApp mengaku sangat terkejut atas kejadian tersebut, terlebih para siswa menunggu hingga lewat pukul 11.30 tanpa alasan yang jelas dari pihak distribusi MBG.

‎“Iya betul, hari ini kami tidak menerima distribusi MBG dan anak-anak menunggu sampai jam 11.30. Makanya saya sangat terkejut karena yang lain sudah menerima, kami belum,” ujarnya.

‎Kepala sekolah menjelaskan bahwa baru kemudian pihak pengelola dapur memberi kepastian bahwa ada miskomunikasi dalam pihak SPPG untuk Mts Rina Hasanah yang menjadikan mbg  tidak dikirim.

‎Sementara itu, konfirmasi dari pihak pengelola dapur SPPG Saketi 2 Fahmi membenarkan adanya kelalaian internal. Mereka mengaku terjadi kekeliruan pada divisi pemorsian dan lemahnya kontrol penanggung jawab lapangan dalam memastikan jumlah distribusi ke masing-masing sekolah.

‎“dalam hal ini tentu ada kekeliruan dari divisi pemorsian, Pak. Mungkin dari pihak kami yang kurang teliti juga, dan penanggung jawab lapangan kurang teliti dalam memantau kinerja divisi pemorsian," katanya. melalui pesan singkat WhatsApp.

‎Menurutnya, kejadian itu adalah miskomunikasi dan akan menjadi bahan evaluasi terlebih pada divisi masak serta pemorsian pada internal dapur tersebut.

‎"ada miskomunikasi antara divisi masak dan pemorsian yang seharusnya hitungannya pas, tapi ternyata ada kekurangan 149, dan itu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” tambahnya.

‎Ia juga menjelaskan bahwa, pihaknya telah mengkonfirmasi atas kejadian tersebut serta akan mengganti menu yang seharusnya di distribusikan pada hari ini.

‎"sudah konfirmasi juga ke pihak sekolah bahwa prihal tidak ada distribusi ke mts rina hasanah pada hari ini, dan akan di ganti di hari kamis seesuia jumlah penerima manfaat yang tidak tersalurkan," jelasnya.

‎Namun demikian, ketidakdisiplinan distribusi MBG dikhawatirkan berpengaruh pada kelancaran program pemerintah dalam mendukung pemenuhan nutrisi peserta didik.

‎Kegagalan distribusi ini menimbulkan pertanyaan tentang standar pengawasan, akurasi pendataan, serta akuntabilitas pengelola SPPG Saketi 2, terlebih karena kelalaian menyasar jumlah penerima yang tidak kecil — 149 siswa, (wan).