Jelang Dapur MBG Aktif beroperasi Kembali SPPG Sindanglaya 2 Lakukan Renovasi dan Penguatan Standar Operasional
Jelang Dapur MBG Aktif beroperasi Kembali SPPG Sindanglaya 2 Lakukan Renovasi dan Penguatan Standar Operasional
PANDEGLANG – Di tengah penghentian sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindanglaya 2, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan renovasi fasilitas serta penguatan standar operasional guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada para penerima manfaat program.
Penghentian sementara aktivitas seluruh SPPG di Kabupaten Pandeglang dilakukan sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Program Makan Bergizi Gratis selama masa libur sekolah. Kebijakan tersebut berlaku secara nasional sebagai bagian dari penyesuaian pelaksanaan program pada periode libur pendidikan.
Meski aktivitas distribusi makanan dihentikan sementara, manajemen Dapur SPPG Sindanglaya 2 tidak menjadikan masa jeda tersebut sebagai waktu untuk beristirahat. Sebaliknya, berbagai langkah pembenahan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kesiapan dapur ketika program MBG kembali berjalan setelah kegiatan belajar mengajar dimulai kembali.
Manajemen Dapur SPPG Sindanglaya 2, Iin Muhlisin, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus dilakukan secara berkelanjutan agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, aspek kebersihan, keamanan pangan, kenyamanan lingkungan kerja, hingga efektivitas proses produksi makanan menjadi perhatian utama dalam proses pembenahan yang saat ini sedang berlangsung.
"Kami memanfaatkan masa libur sekolah ini untuk melakukan evaluasi sekaligus pembenahan secara menyeluruh. Tujuannya agar ketika program kembali berjalan, pelayanan yang diberikan kepada para siswa semakin baik, aman, dan sesuai standar yang telah ditetapkan," ujar Iin Muhlisin.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama pembenahan adalah renovasi tata letak atau layout area produksi makanan. Penataan ulang dilakukan untuk menciptakan alur kerja yang lebih efektif dan higienis sesuai konsep dapur sehat yang diterapkan dalam program MBG.
Dengan penataan yang lebih baik, proses pengolahan bahan makanan hingga penyajian diharapkan dapat berjalan lebih efisien serta meminimalkan potensi terjadinya kontaminasi silang yang dapat memengaruhi kualitas makanan.
Selain renovasi fisik bangunan, manajemen juga melakukan optimalisasi terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mandiri yang dimiliki dapur. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab sekaligus memastikan aktivitas operasional dapur tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.
Aspek sanitasi menjadi salah satu perhatian penting mengingat dapur MBG setiap harinya memproduksi makanan dalam jumlah besar yang harus memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas penunjang juga mulai ditingkatkan, termasuk pemasangan pendingin ruangan (AC) pada beberapa area kerja guna menjaga kenyamanan petugas serta membantu menjaga kualitas bahan pangan yang diolah.
Dalam rangka memenuhi petunjuk teknis yang berlaku, manajemen juga melakukan pengadaan sejumlah peralatan baru untuk mendukung efektivitas operasional dapur. Beberapa peralatan yang dibeli antara lain mesin pengupas telur, penambahan meja berbahan stainless steel, serta mesin pencetak stiker yang akan digunakan untuk mendukung sistem pelabelan dan administrasi produk makanan.
Pengadaan peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja sekaligus memperkuat penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap tahapan produksi makanan.
Iin Muhlisin menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bagi para siswa, tetapi juga oleh kualitas proses yang dilakukan sejak tahap persiapan, pengolahan, hingga distribusi.
Karena itu, pihaknya terus berupaya melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkala agar pelayanan yang diberikan dapat memenuhi harapan masyarakat dan sejalan dengan tujuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
"Kami ingin memastikan bahwa makanan yang diterima siswa tidak hanya bergizi, tetapi juga diproduksi melalui proses yang aman, bersih, dan sesuai standar. Oleh karena itu, pembenahan ini menjadi bagian penting dari komitmen kami dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis," katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa masa penghentian sementara operasional ini menjadi kesempatan berharga bagi seluruh tim untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pelayanan yang selama ini telah berjalan.
Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah perbaikan yang dianggap perlu guna meningkatkan kualitas layanan pada periode operasional berikutnya.
Langkah yang dilakukan SPPG Sindanglaya 2 tersebut dinilai mencerminkan komitmen dalam menjaga kualitas pelaksanaan program pemerintah yang saat ini menjadi salah satu prioritas nasional di bidang pemenuhan gizi anak.
Dengan berbagai pembenahan yang tengah dilakukan, Dapur SPPG Sindanglaya 2 berharap dapat menjadi salah satu contoh penerapan standar pelayanan yang baik di lingkungan SPPG Kabupaten Pandeglang.
Manajemen optimistis bahwa ketika kegiatan sekolah kembali berlangsung dan distribusi MBG diaktifkan kembali, seluruh fasilitas dan sistem operasional yang telah diperbarui akan mampu mendukung pelayanan yang lebih optimal, transparan, dan akuntabel.
Melalui renovasi infrastruktur, penguatan sanitasi, pengadaan peralatan pendukung, serta peningkatan standar operasional, Dapur SPPG Sindanglaya 2 menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis demi terciptanya generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas.

Cecep 1 









