Diduga SPPG Patia Mandiri Langgar PERBUP, Peleton Pemuda Pandeglang Ambil Sikap
Pandeglang, Banten | independenupdate.com — Limbah sampah organik dan non-organik diduga berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) "PATIA MANDIRI" Kampung Surianeun Desa Surianeun Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang, Dengan No. Reg: UXZUAP3Q didapati dibuang secara sembarangan di bantaran sungai Cilemer desa setempat.
Berdasarkan pantauan Wartawan di lokasi menunjukkan tumpukan sampah berserakan tanpa pengelolaan, mulai dari sampah dapur yang terbungkus karung, gundukan material sisa Jagung, hingga sampah plastik yang sebagian terlihat sengaja dibakar.
Di beberapa titik terlihat karung berisi limbah dapur digeletakkan begitu saja di tepi aliran sungai, sementara sampah lainnya menumpuk tanpa penanganan. Sisa pembakaran plastik juga masih tampak di lokasi, menandakan adanya praktik pembuangan dan pembakaran sampah yang tidak sesuai standar pengelolaan lingkungan. Minggu, (16/11/2025).

Salah seorang masyarakat kampung Pojok desa Surianeun membenarkan bahwa sampah sisa dari dapur mbg tersebut dibuang ke bantaran sungai.
"betul sampah itu merupakan buangan dari dapur yang ada di sini dan dibuang di dekat tanggul," ungkap warga sekitar yang tidak disebutkan namanya kepada media.
Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan dampak serius terhadap kualitas tanah dan aliran sungai. Limbah organik yang membusuk berpotensi mencemari tanah, sementara plastik yang terbakar melepaskan zat berbahaya ke udara dan partikel beracun yang dapat mencemari air sungai.
Situasi ini bertentangan dengan Peraturan Bupati (PERBUP) Pandeglang Nomor 84 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kebersihan, yang secara tegas melarang pembuangan sampah sembarangan di fasilitas umum, sungai, maupun kawasan terbuka. Perbup tersebut mengatur bahwa setiap penghasil sampah wajib melakukan pemilahan, pengumpulan, dan pengelolaan sampah secara benar untuk memastikan kesehatan lingkungan tetap terjaga, terlebih sampah tersebut berasal dari dapur perusahaan.
Sebelumnya, pihak SPPG dan SPPI dari dapur tersebut saat di hubungi wartawan lain dari media ini keduanya tidak memberikan tanggapan soal adanya limbah sampah tersebut. Menindak lanjuti hal tersebut, aktivis Peleton Pemuda Pandeglang Aris Doris menyatakan akan mengambil langkah tegas. Mereka berencana melakukan audiensi resmi dengan pihak Rayon Militer Pagelaran pada tanggal 20 bulan ini untuk meminta klarifikasi dan mendesak adanya penertiban serta pengawasan terhadap aktivitas pembuangan limbah oleh pihak terkait.
“Kami tidak bisa membiarkan praktik seperti ini terus terjadi. Ini menyangkut kebersihan, kesehatan, dan keselamatan lingkungan. Harus ada tindakan tegas,” ujar Doris.
"selain grand Isyu yang kami bawa dalam audiensi itu, kami menuntut kepada pihak rayon militer pagelaran untuk melakukan pemanggilan kepada pihak dari ketua yayasan dapur SPPG dan SPPI," tagasnya.
Audiensi tersebut diharapkan dapat mendorong pihak berwenang mengambil langkah cepat agar praktik pembuangan sampah sembarangan di bantaran sungai dapat segera dihentikan dan dilakukan pengelolaan yang sesuai ketentuan, (WAN).

Iwan123 









