Diduga Asal Jadi, Pekerjaan Irigasi Tanpa Galian Hingga Menempel Pada Pondasi Milik Warga ‎

Diduga Asal Jadi, Pekerjaan Irigasi Tanpa Galian Hingga Menempel Pada Pondasi Milik Warga  ‎

Pandeglang, Banten – independenupdate.com | Proyek pembangunan irigasi di salah satu titik wilayah kampung Limuspiit Desa Babadsari Kecamatan Jiput Kabupaten Pandeglang menuai sorotan awak media. Pasalnya, pekerjaan yang dibiayai oleh Dana Desa (DD) tahap dua tahun 2025 seharusnya dikerjakan sesuai standar teknis serta tidak dilakukan secara asal-asalan tanpa pengawasan dari pihak terkait.

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat jelas bahwa pasangan batu untuk saluran irigasi dengan Panjang 156M, dan Tinggi 0,8M itu dipasang tanpa adanya galian terlebih dahulu. Bahkan pada titik tertentu pondasi irigasi dengan total anggaran mencapai Rp.125 juta itu, sebagian menempel langsung diatas bangunan pondasi milik warga yang telah ada sebelumnya tepat dibelakang rumah warga yang tidak diketahui oleh pemiliknya. Senin, (03/11/2025).

‎"betul, pondasi irigasi ini tidak memakai galian terlebih dahulu, kami hanya melakukan perapihan pinggir jika ada bagian pinggiran atau tebing yang menonjol pada jalur pekerjaan untuk sekedar di kikis pinggirannya saja", ucap pekerja yang tidak disebutkan namanya saat dijumpai wartawan dilokasi pekerjaan. 

‎Pekerja yang merupakan warga setempat itu menambahkan, sebagian jalur pada pekerjaan itu menumpang pada atas pondasi yang telah ada sebelumnya. Diketahui Pondasi tersebut tepat di belakang rumah warga yang merupakan lintasan jalur irigasi yang saat ini telah terpasang pondasi diatasnya, pondasi tersebut merupakan milik warga setempat yang mana menurut warga sekitar, sang pemilik jarang sekali mengunjungi rumahnya.

‎"pemilik pondasi yang kami tumpangi dalam pekerjaan ini tidak ada di rumah dan jarang pulang, jadi walaupun tanpa pemberitahuan serta ijin dari pemilik rumah kami tetap melanjutkan bangunan yang melintas tepat pada pondasi itu," tambahnya.

‎Tak hanya itu,pada jalur pondasi ada batang pohon milik warga tepat dilintasan jalur yang terpasang batu tanpa dilakukan penyesuaian atau pemotongan. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa pelaksanaan pekerjaan dilakukan tanpa perencanaan matang dan pengawasan teknis yang memadai.

‎Pekerjaan seperti ini sangat janggal, pondasi dipasang begitu saja tanpa galian. Tak hanya itu, sebagian bangunan itu menempel pada bangunan pondasi milik orang. Selain persoalan teknis, informasi di lapangan juga mengungkap bahwa para pekerja dari bangunan tersebut tidak mengetahui berapa besaran HOK (Hari Orang Kerja) yang seharusnya mereka terima.

‎“Kami cuma disuruh kerja, upahnya belum jelas. Katanya nanti dibayar setelah pekerjaan selesai, tapi tidak tahu berapa sebenarnya. Sampai saat ini, lanjut dia, saya belum pernah melihat petugas dari desa maupun kepala desa untuk mengontrol pekerjaan ini” terang salah seorang pekerja lainnya pada lokasi yang sama.

‎Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait transparansi pelaksanaan pekerjaan dan tanggung jawab. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi baik dari ketua TPK maupun Holid sebagai kepala desa setempat untuk memberikan alasan terkait kejanggalan dalam pembangunan tersebut mengingat Pihak kepala desa tidak mau membalas atau mengangkat panggilan telepon dari media untuk memberikan hak jawabnya, (WAN).