PECAH SEJARAH: KADER HMI CABANG PANDEGLANG JAMALUDIN NAHKODAI BEM STKIP BABUNNAJAH

PECAH SEJARAH: KADER HMI CABANG PANDEGLANG JAMALUDIN NAHKODAI BEM STKIP BABUNNAJAH

Independenupdate.com, PANDEGLANG – Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang, Jamaludin, terpilih sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Babunnajah. Terpilihnya Jamaludin pada 31 Oktober 2026 menjadi catatan tersendiri bagi perjalanan kaderisasi HMI di lingkungan kampus tersebut.

Keberhasilan ini sekaligus menandai hadirnya kader HMI dalam posisi strategis kepemimpinan mahasiswa. Momentum tersebut dinilai menjadi bukti bahwa proses kaderisasi organisasi dapat melahirkan kader yang mampu mengambil peran dalam dinamika kemahasiswaan.

Sekretaris Umum HMI Komisariat STKIP Babunnajah, Rendi Ridwandi, menyebut terpilihnya Jamaludin sebagai momentum penting bagi organisasi. Namun, ia mengingatkan bahwa jabatan Ketua BEM bukan sekadar capaian personal maupun kebanggaan organisasi, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kerja nyata.

"Ini menjadi momentum bersejarah bagi kami. Terpilihnya Jamaludin menunjukkan bahwa proses kaderisasi harus mampu melahirkan kader yang siap mengambil peran dan tanggung jawab dalam ruang kepemimpinan. Tetapi, yang paling penting bukan hanya bagaimana kader menduduki jabatan, melainkan bagaimana ia mampu memberikan kontribusi nyata," ujar Rendi.

Menurutnya, kepemimpinan BEM ke depan harus mampu menjadi ruang perjuangan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi, mengembangkan intelektualitas, serta mengawal berbagai persoalan di lingkungan kampus.

Rendi juga berharap Jamaludin dapat membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh elemen mahasiswa dan pihak kampus. Ia menilai BEM harus hadir sebagai organisasi yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa, bukan sekadar menjalankan agenda seremonial.

"Harapan kami, Jamaludin mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, dan menjadikan BEM sebagai wadah yang benar-benar memperjuangkan kepentingan mahasiswa. Jabatan tidak boleh hanya menjadi simbol, tetapi harus dibuktikan melalui gagasan, keberanian, dan kerja nyata," katanya.

Lebih lanjut, Rendi menegaskan bahwa capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi kader HMI lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual, memperkuat kualitas kepemimpinan, serta berani mengambil bagian dalam ruang-ruang pengabdian.

Terpilihnya Jamaludin kini menjadi awal dari tanggung jawab baru. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menerjemahkan kepercayaan mahasiswa menjadi program kerja yang konkret, kepemimpinan yang inklusif, serta keberpihakan terhadap kepentingan mahasiswa.

Bagi HMI Komisariat STKIP Babunnajah, momentum ini bukan semata tentang keberhasilan seorang kader menduduki jabatan strategis, melainkan juga tentang sejauh mana proses kaderisasi mampu melahirkan pemimpin yang memberikan manfaat bagi lingkungan kampus dan masyarakat.(Red)