Kepala SPPG di Saketi Diduga Nyambi Jadi Supplier Bahan Baku MBG, Ini Jawabannya
Independepupdate.com, Pandeglang – Dugaan keterlibatan oknum Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) di Kecamatan Saketi dalam bisnis penyediaan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Dugaan ini muncul setelah beredarnya tangkapan layar status WhatsApp yang diunggah oleh seseorang yang disebut sebagai KSPPG di wilayah tersebut.
Dalam status yang diunggah itu, terlihat tumpukan kardus produk susu kemasan ukuran 200 ml. Pada bagian bawah status tertulis keterangan singkat “ready ultra 200 ml”. Susu kemasan tersebut diketahui merupakan salah satu produk yang kerap digunakan sebagai bagian dari menu program MBG di sejumlah dapur.(Jum'at,13 Maret 2026)
Melihat unggahan tersebut, beberapa warga kemudian mencoba menguji kebenaran maksud dari status tersebut dengan menanyakan harga produk susu itu melalui pesan balasan pada status.
Menurut keterangan salah satu warga yang ikut berkomunikasi, orang yang mengunggah status tersebut sempat memberikan jawaban melalui pesan suara (voice note).
“Dia menjawab lewat voice note, katanya harganya Rp144.000,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Namun setelah warga tersebut mencoba menegaskan kembali dengan menanyakan ulang untuk memastikan harga yang dimaksud, pesan tersebut tidak lagi mendapat balasan. Tidak lama kemudian, status WhatsApp yang menampilkan tumpukan susu tersebut juga diketahui telah dihapus.
Meski demikian, beberapa warga mengaku telah lebih dulu menyimpan tangkapan layar dari status tersebut sebagai dokumentasi.
Menariknya, pada keesokan paginya, yang bersangkutan kembali mengirim pesan suara kepada salah satu warga dengan mengatakan bahwa stok susu yang dimaksud sudah tidak ada.
“Dia bilang lewat voice note lagi, katanya susunya sudah tidak ada karena sudah dibeli orang,” kata sumber tersebut.
Peristiwa ini kemudian menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat. "Mereka mempertanyakan apakah seorang pengelola atau pihak yang terlibat dalam dapur SPPG diperbolehkan sekaligus menjadi suplier atau menjalankan bisnis bahan baku yang digunakan dalam menu program MBG".
jika benar terjadi, hal tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam pengelolaan program yang menggunakan anggaran negara tersebut
“Kalau memang KSPPG juga ikut jadi suplier bahan menu, wajar kalau publik jadi curiga. Apalagi selama ini sudah sering muncul dugaan bahwa ada pihak-pihak yang ikut bermain dalam penyediaan bahan untuk dapur MBG,” ujar seorang warga lainnya.
Kepala SPPG saketi saat dikonfirmasi oleh pihak wartawan melalui via whatsApp menyampaikan "Walaikumsalam, ijin mengkonfirmasi terkait yg kemarin saya posting hanya bantu menjualkan barang yg sudah dibeli karena kebanyakan order oleh mitra dapur saya".ucapnya
”dan transaksi pembelian tidak melalui saya, langsung dari pihak pertama dan pembeli". tutupnya.(Red)

Admin 2 Independen Update 









