"Korcam Akui “Di-Rol” Karena KPM Turun, Relawan Dapur MBG Sindanghayu Saketi 001: Insentif Dipotong Sepihak Itu Zalim"
Pandeglang independenupdate.com — Janji “makan bergizi gratis” untuk anak jangan sampai jadi “insentif gratis” bagi relawan. Relawan Dapur MBG Sindanghayu Saketi 001 Pandeglang meradang. Insentif 9 hari kerja dipotong Rp251 ribu mendadak saat gajian.[MBG]
Informasi ini disampaikan relawan yang minta identitas dirahasiakan via WhatsApp, Sabtu 20/6/2026.
“Mereka para relawan terakhir hitungan kerja selama 9 hari, perhari dibayar Rp120.000. Jadi harusnya Rp1.080.000. Tapi insentif yang mereka terima hanya kurang lebih Rp829.000. Jadi dipotong sekitar dua ratus ribuan,” ungkapnya.
*Diumumkan Saat Amplop Dibuka*
Yang bikin luka: pemotongan diumumkan saat insentif mau dibagikan. Tidak ada pemberitahuan, tidak ada edaran, tidak ada musyawarah.
“Jadi diberitahukannya pas insentif akan dibagikan, jelas itu sangat membuat kecewa,” kata relawan.
Pengumuman + pembagian dilakukan Akuntan dan Ahli Gizi dapur. Alasannya satu: “arahan kantor” karena ada pengurangan KPM MBG.
*Korcam Buka Suara: Itu “Di-Rol”, Bukan Dipotong*
_Independenupdate.com_ konfirmasi ke Muhammad Elan El Kifahi selaku Korcam SPPG Kecamatan Saketi. Elan mengaku sudah tahu kejadian di Sindanghayu Saketi 001.
Ia membantah ini pemotongan insentif. Menurutnya sesuai juknis, karena KPM sudah berkurang di bawah 3.000 akibat beberapa sekolah libur, maka hitungan insentif berubah.
“Secara juknis itu karena KPM sudah berkurang dibawah tiga ribu, disebabkan sudah beberapa sekolah libur, jadi hitungannya insentif untuk 30 orang, dan itu namanya di Rol,” jelas Elan.
“Untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan ke kepala SPPG nya,” tambahnya.
SE BGN memang menetapkan dapur MBG libur saat sekolah libur. Relawan libur = tidak ada insentif. Itu wajar.
Hingga berita ini naik, Kepala SPPG Sindanghayu Saketi 001 belum menjawab konfirmasi ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp.(Red)

Admin 2 Independen Update 









