Empat Program Revitalisasi sekolah Resmi Dilaporkan, DPC Amira Minta Itjen Kemendiknasmen Turun Ke Pandeglang

Empat Program Revitalisasi sekolah Resmi Dilaporkan, DPC Amira Minta Itjen Kemendiknasmen Turun Ke Pandeglang

Independenupdate.com, Pandeglang Banten | Dewan Pengurus Cabang Angkatan Muda Indonesia Raya (DPC AMIRA) Pandeglang akan sampaikan surat laporan pengaduan  ke Itjen Kemendiknasmen Republik Indonesia terkait pengerjaan proyek revitalisasi Sekolah di Kabupaten Pandeglang Banten. laporan pengaduan tersebut berkaitan dengan sejumlah temuan lapangan pada kegiatan revitalisasi sekolah di 3 Kecamatan,  yaitu Revitalisasi SDN Labuan 5, SDN Pangkalan 4, SMPN 2 Pulosari dan SDN Banjarwangi. Jum'at (16/10/26)



Kegiatan program revitalisasi sekolah yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) tahun 2026 kini menjadi sorotan, lantaran pada pengerjaan proyek revitalisasi tersebut masih menyisakan sejumlah kejangalan, diantaranya terkait pengerjaan yang seharusnya oleh Panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SP) akan tetapi pada prakteknya diduga dilaksanakan oleh pihak ketiga. 



Menurut sumber yang minta dirahasiakan, menjelaskan bahwa kegiatan revitalisasi sekolah di Pandeglang hampir semua pengadaan bahan matrial yang dibeli itu sifatnya diarahkan, bahkan lebih parahnya lagi ada sekolah yang hanya terima kunci atau tidak terlibat dalam proses pengerjaan.



"Setau saya dilapangan untuk program revitalisasi sekolah itu ada dua sistem, pertama pihak sekolah diarahkan untuk pembelian bahan matrial ke pihak tertentu, kedua pihak sekolah hanya terima kunci untuk pengerjaan dan pembelajaran oleh pihak ketiga, Memang yang benar sesuai petunjuk teknis dari pemerintah harusnya dikerjakan langsung oleh tim P2SP".

Surat laporan yang akan disampaikan oleh Ketua DPC Amira Pandeglang ke Itjen Kemendiknasmen terkait 4 (empat) program revitalisasi sekolah di Kabupaten Pandeglang diduga tidak mengikuti juknis yang sudah ditetapkan.

"Kami sampaikan hasil temuan soal pengerjaan proyek revitalisasi sekolah yang diduga keluar dari juknis, sekolah yang kita laporkan yaitu SDN Labuan 5, SDN Pangkalan 4, SMPN Pulosari 2 dan SDN Banjarwangi kecamatan Pulosari".

Rohikmat, juga berharap dengan adanya laporan yang di sampaikan, pihak Itjen Kemendiknasmen Republik Indonesia bisa turun ke bawah dan menelusuri pengerjaan proyek revitalisasi sekolah tersebut, untuk memastikan bahwa program ini sesuai.

"Laporan dugaan pelanggan terkait 4 sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi kita harapkan jadikan bahan awal pihak Kementerian pendidikan Republik Indonesia untuk turun langsung ke Pandeglang, mengecek pelaksanaan pembangunan Revitalisasi sekolah".

Saat awak media coba konfirmasi melalui via WhatsApp ke kasi Sapras Disdikpora Pandeglang Terkait laporan yang akan di layangkan oleh DPC Amira, belum mendapatkan tanggapan.

Laporan yang kami sampaikan murni untuk mendukung program pemerintah, kami tidak ingin program proyiritas bapak presiden dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.utupnya