Pencairan PIP Tersendat Timbulkan Tanda Tanya, Siswa Menunggu Berbulan-bulan
Pandeglang - independentupdate.com | Sejumlah siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di wilayah Labuan, Kabupaten Pandeglang, mengeluhkan keterlambatan pencairan dana bantuan pendidikan yang disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Labuan. Keluhan tersebut mencuat lantaran dana yang seharusnya diterima sejak beberapa termin sebelumnya justru baru dijadwalkan cair berbulan-bulan kemudian.
Informasi yang dihimpun, sebagian penerima PIP harus menunggu hingga Maret bahkan April 2026, meskipun seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sejak akhir tahun 2025. Kondisi ini memicu keresahan di kalangan orang tua murid dan siswa, mengingat dana PIP sangat dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan pendidikan. Selasa, (03/02/2026).
“Saya sudah menyerahkan data anak saya ke pihak BRI Cabang Labuan sejak Desember 2025. Tapi katanya pencairan baru bulan April 2026,” ujar salah satu orang tua wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan serupa juga dibenarkan oleh pihak sekolah. Seorang guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Pagelaran menyampaikan bahwa sejumlah siswanya yang terdaftar sebagai penerima PIP baru dijadwalkan menerima dana pada Maret 2026, meskipun proses administrasi telah dilakukan sejak akhir tahun lalu.
“Kami diminta mendampingi orang tua murid untuk pencairan PIP. Sekolah juga sudah mengeluarkan surat keterangan keaktifan siswa, tapi informasinya memang cairnya bertahap,” ujarnya singkat.
Menanggapi hal tersebut, pihak BRI Cabang Labuan melalui perwakilannya, Linta, menyatakan bahwa pencairan dana PIP dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa bank menerapkan sistem antrean terjadwal guna menghindari penumpukan nasabah.
“Pencairan PIP dilakukan sesuai SOP. Bank menerapkan sistem antrean terjadwal untuk memastikan kenyamanan nasabah, khususnya siswa dan orang tua. Penerima menyerahkan dokumen untuk diverifikasi, kemudian menunggu giliran pencairan sesuai jadwal yang telah ditentukan,” jelas Linta melalui pesan WhatsApp, (02 feb/ red).
Linta juga menambahkan bahwa BRI terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan menegaskan pencairan dana PIP dapat dilakukan di seluruh unit BRI.
“Pencairan bisa dilakukan di BRI mana saja,” tambahnya.
Namun demikian, pernyataan tersebut mendapat sorotan dari Koordinator Lapangan organisasi Mahasiswa dan Pemuda Progresif (MPP), Yayan Hendiana. Ia menilai perbedaan jadwal pencairan yang terlalu lama patut dipertanyakan.
“Ada penerima yang harus menunggu sampai April 2026. Ini patut dipertanyakan, ada apa dengan BRI Cabang Labuan?” ujar Yayan.
Menurutnya, jika alasan keterlambatan untuk menghindari antrean panjang, seharusnya data penerima dapat didistribusikan ke unit atau kantor cabang pembantu BRI di kecamatan lain, seperti Menes, Panimbang, atau Cikeusik, agar proses pencairan lebih cepat dan merata.
“Bank hanya sebagai penyalur, dananya dari pusat. Tujuan PIP jelas untuk membantu biaya pendidikan. Kalau pencairannya lambat, kapan anak-anak bisa membeli seragam atau perlengkapan sekolah yang sudah tidak layak?” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lanjutan terkait kemungkinan percepatan atau pemerataan jadwal pencairan dana PIP di wilayah Pandeglang. Masyarakat berharap proses penyaluran bantuan pendidikan tersebut dapat dilakukan lebih efektif dan tepat waktu agar manfaat PIP benar-benar dirasakan oleh para siswa penerima. ///(Reed).

Iwan123 









