Tercium Dugaan Jual Beli Pada Penentuan Titik Lokasi Dapur MBG Di Pandeglang, Pemuda PERTI Minta BGN Lakukan Investigasi Menyeluruh
Independenupdate.com, Pandeglang, Banten | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) sejatinya menjadi tonggak penting pemenuhan gizi anak bangsa. Namun, idealisme itu seolah tercoreng oleh praktik gelap dugaan berupa jual beli titik dapur MBG yang ramai menjadi perbincangan para calon investor gagal di Kabupaten Pandeglang.
Seorang calon investor dapur MBG Gagal, mengaku harus mengeluarkan dana ratusan juta untuk “membeli” titik dapur BGN. Uang itu diklaim oknum sebagai biaya “pengamanan.” Padahal, proses resmi menjadi mitra BGN tidak dipungut biaya, cukup mendaftar melalui portal resmi.
“Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita besar dan mulia pemenuhan gizi anak bangsa yang di gagas oleh Presiden Prabowo,” ujar
Burhanudin, Ketua DPC Pemuda PERTI Kabupaten Pandeglang yang turut menyoroti kasus ini.
Dirinya mengatakan Fenomena serupa sebelumnya juga dialami oleh calon investor Dapur MBG yang gagal di Pandeglang. Ia diminta ratusan juta oleh oknum agar yayasannya bisa memiliki titik dapur MBG. Padahal, faktanya pendaftaran mitra sepenuhnya gratis, calon investor itu urungkan niatnya membuka dapur MBG.
Lebih parah lagi, sejumlah titik dapur yang diklaim sudah “penuh” ternyata tidak pernah ada. Calon mitra yang tulus ingin menambah dapur justru dipaksa membayar agar bisa masuk ke dalam sistem. “Ini manipulasi, bahkan sabotase terhadap sistem yang seharusnya transparan,” tegas burhan.
Menghadapi dugaan praktik kotor ini, BGN harus melakukan rollback. Kepada Seluruh titik dapur di Kabupaten Pandeglang, yang sudah berjalan agar dikembalikan ke tahap verifikasi, dan pemilik titik dipanggil secara langsung untuk menandatangani komitmen.
Langkah ini harus diambil lantaran ulah oknum tidak hanya merugikan investor secara finansial, tetapi juga mengancam keberlangsungan layanan gizi bagi anak-anak. “Ketika titik dapur diduga diperjualbelikan, yang dipertaruhkan bukan sekadar lokasi, melainkan masa depan generasi penerus,” tegasnya.
Situasi ini menimbulkan kekecewaan bagi para calon investor yang sudah menggelontorkan modal, serta kekhawatiran bagi masyarakat yang berharap anak-anak segera mendapatkan makanan bergizi.
“Program MBG adalah ladang amal, bukan ladang bisnis. Perlu penertiban, verifikasi ketat, dan sanksi tegas agar cita-cita mulia ini tidak dicemari praktik transaksional,” tegasnya.
Lanjut Burhan, dari panatauan kami di lapangan pemilik dapur MBG di Kabupaten Pandeglang, kebanyakan dari Politisi baik yang lolos sebagai Anggota DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi ataupun eks Tim Pemenangan waktu Pilkada 2024 silam, intinya kami miminta Kepada BGN agar melakukan investigasi menyeluruh terkait Kelayakan dapur MBG di Kabupaten Pandeglang yang penuh dengan manipulatif, insya allah kami akan sampaikan laporan resmi ke BGN terkait dengan dugaan praktek kotor dan SPPG Bermasalah di kabupaten Pandeglang. Tutupnya. (Wan/Red)

Admin Independen Update 









